Selasa (12/15), Belasan Organ yang tergabung dalam FPR (Front Perjuangan Rakyat) Melakukan aksi  demonstrasi dalam peringatan HAM (Hak Asasi Manusia) di depan kampus UNM Gunung Sari yang di lanjutkan ke kantor DPRD Kota Makassar.

Adapun tuntutan yang di lontarkan saat aksi demonstrasi sebanyak 7 butir yaitu, Hentikan perampasan upah, tanah, dan kerja, Tolak penggusuran PK5 unm parantambung, Stop kekerasan akademik dan cabut UUPT, Cabut sistem pengupahan PP 78 2015, Stop perampasan uang rakyat, Usut tuntas kasus Insting, Hentikan kekerasan.

Saat massa melakukan dialog bersama anggota dewan di Kantor DPRD terkait Penggusuran PK5 di Parantambung, Arifin dg Kulle Selaku Komisi C Bidang Pembangunan menegaskan bahwa akan Mengadakan dialaog secepatnya kepada seluruh pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

“...... Segera negosiasi kepada Pihak UNM dan Segala pihak terkait untuk di tindak lanjuti. Dan dalam waktu singkat kita akan adakan dialog bersama semua pihak terkait” Tegasnya saat menanggapi aspirasi Mahasiswa.

Namun hal itu tidak membuat emosi massa menjadi reda,  Ilham Selaku Jenlap (Baca: Jendral Lapangan) menuntut kepastian bahwa tidak akan ada penggusuran sebelum ada kejelasan dari penyelesaian kasus tersebut.

“ Selama tidak ada penyelesaian, tidak akan ada penggusuran..” tegasnya kepada anggota dewan.
Lebih lanjut lagi ia menegaskan jika sampai hal itu tidak di indahkan, “kami akan turun dengan massa yang lebih besar” Teriaknya lantang.

Adapun Organ yang tergabung dalam FPR adalah BEM FIS UNM, FIP, FIK, MIPA, PSIKOLOGI, FMN MAKASSAR, LBH MAKASSAR, HIMAS PARANTAMBUNG, FBS, AGRA SULSEL, HIMAPOSEP FE UNM, KMP. (AWZ)