Logo OSIS di pintu Sekretariat BEM Kema FPsi UNM, Senin (23/04) dini hari
Sumber: Dok. Anonim

Psikogenesis, Rabu (15/05)-Muh. Khaidir, Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) memberi tanggapan terkait bentuk kritikan terhadap BEM melalui penempelan logo Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di pintu Sekretariat BEM Kema FPsi UNM pada Senin (13/05) lalu.

Seperti yang dilansir di berita LPM Psikogenesis sebelumnya, (baca: Tempelan Logo OSIS, Bentuk Kritik Terhadap BEM), Fahmi Yanuar dan Muh. Iqramullah menempel logo OSIS di depan Sekretariat BEM Kema FPsi UNM sebagai kritikan untuk BEM yang tidak membuka ruang-ruang untuk berdiskusi.

Muh. Khaidir selaku Presma BEM Kema FPsi UNM mengaku diskusi yang terkendala dilakukan lantaran situasi dan waktu yang tidak memungkinkan. Hal ini dikarenakan kesibukan masing-masing pengurus BEM dan perasaan sungkan dalam membuka komunikasi dengan para pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK) terdahulu. "Selain sungkan, ya, banyaknya agenda-agenda kelembagaan dan akademik juga sedikit berpengaruh dalam kinerja-kinerjanya teman-teman di BEM,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Khaidir.

Khaidir mengaku tidak bisa menyalahkan kritikan masyarakat Kema di luar BEM mengenai pandangan terkait hasil kerja kepengurusan BEM. "Kami (baca: pengurus BEM Kema FPsi UNM) tetap saja mengerjakan kerja-kerjanya kami, yang tau kinerja-kinerjanya kami juga kami tau ji tetap ada usaha-usaha yang selalu dilakukan, cuma mungkin belum kelihatan sehingga hal itu yang dijadikan acuan dari orang-orang yang berpandangan seperti itu,” akunya.

Selanjutnya, Khaidir menjelaskan bahwa sejauh ini kinerja pengurus BEM Kema FPsi masih perlu dimaksimalkan, khususnya pada proses pengawalan isu-isu. “Namanya saja kelembagaan pasti ada naik turun dalam kinerjanya. Saya sendiri pun merasa sebenarnya ada beberapa kinerja-kinerja yang masih perlu dimaksimalkan. Khususnya pada proses pengawalan isu, baik di fakultas maupun di universitas,” jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2016 ini juga menambahkan bahwa komunikasi yang diperoleh dari masyarakat Kema di luar BEM sering lupa disampaikan oleh pengurus BEM sendiri. “Biasanya selalu ji disampaikan cuma itu mi pada saat diluar rapat ada komunikasi yang masuk cuma pada saat rapat mungkin teman-teman lupa sampaikan,” imbuhnya.

Akhirnya, Presma menyebut akan segera membuka forum diskusi bersama dengan masyarakat Kema yang bentuknya akan dibicarakan lebih lanjut dalam internal BEM. “Ini lagi dipermasalahkan waktu dan tempatnya,” tutupnya. (ANS)

Posting Komentar