Kepala Pelayanan Masyarakat Polda Sulsel, Nurdin yang mewakili Polda Sulsel saat menyampaikan permohonan maaf terkait tindakan represif yang dilakukan pihak kepolisian pada Aksi Tolak RUU.
Sumber: Dok. LPM Psikogenesis

Psikogenesis, Selasa (08/10)–Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkapkan permohonan maaf secara terbuka dalam aksi menolak lupa dengan grand isu "Menolak Lupa: Mengecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian" yang berlangsung di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (08/10).

Permohonan maaf pihak kepolisian tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dari massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang disampaikan langsung oleh Menteri Sosial dan Politik (Sospol), Supianto. "Mungkin ada dari pihak kepolisian bisa memberikan penyampaian permohonan maaf terbuka kepada massa yang terkena tindakan represif," ungkapnya. 

Nurdin selaku Kepala Pelayanan Masyarakat yang menjadi wakil untuk menyampaikan permohonan maaf juga mengakui kesalahan yang menyasar massa aksi mahasiswa UNM pada aksi Selasa (24/09) lalu. 

"Memang pada kesempatan yang lalu terdapat kekhilafan, kekeliruan atau kesalahan dari pihak kepolisian," akunya. 

Di depan seluruh massa aksi, Nurdin mengumumkan permintaan maaf pihak kepolisian dengan tegas dan jelas. "Pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," jelasnya. (ZN)

Posting Komentar