Kondisi Toilet Gedung BB 
Sumber: Dok. LPM Psikogenesis

Psikogenesis, Rabu (22/05)- Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) memberi keluhan terkait kebersihan, kenyamanan, dan kelayakan toilet yang ada di Gedung BB FPsi UNM. 

Masyarakat Kema FPsi UNM berinisial R mengeluhkan tentang keadaan toilet di Gedung BB FPsi UNM yang menurutnya cukup sempit, kebersihan yang tidak terjaga dengan baik, dan fasilitas keran wastafel yang tidak berfungsi dengan lancar sehingga menjadi tempat sampah.

“Keadaan toilet BB yang saya gunakan itu kurang nyaman karena lampunya mati di kedua toilet, wastafel yang kering (baca: Air wastafel tidak mengalir) sehingga menjadi tempat sampah botol, dan saya juga tidak bisa pastikan kebersihan dalam klosetnya apakah bersih atau tidak dikarenakan gelap,” keluhnya. 

Lebih lanjut, R juga beranggapan bahwa toilet di Gedung BB FPsi UNM tidak layak untuk digunakan. Sehingga besar harapannya untuk toilet BB segera diperbaiki dan semoga maskem lebih perhatian lagi terhadap fasilitas toilet kampus karena berhubungan dengan kenyamanan maskem sebagai pengguna fasilitas.

“Menurut saya kurang layak (baca: Toilet BB) karena pencahayaan yang buruk dan terkadang toiletnya becek. Sehingga harapan saya semoga hal-hal tersebut dapat diperbaiki untuk kenyamanan kita bersama. Karena toilet itu fasilitas terpenting dan sering digunakan, jadi saat toilet tidak mamadahi, kami (baca: Masyarakat kema) akan kesulitan saat toilet dibutuhkan dan harus mencari toilet yang lebih layak untuk digunakan. 

Tanggapan lainnya diberikan oleh S yang juga sependapat dengan R terkait keluhannya terhadap toilet yang ada di Gedung BB FPsi UNM yang menurutnya sempit sehingga harus berdempetan saat mengantri toilet hingga posisi toilet wanita dan pria yang tidak seharusnya berdampingan menurutnya. 

“Menurut saya keadaan di toilet BB itu sempit dan hanya terdapat dua toilet untuk wanita. Sehingga sering merasa terganggu ketika ingin menggunakan toilet, tetapi harus mengantri dan berdempetan dikarenakan toilet yang sempit. Menurut saya juga toilet wanita dan pria tidak seharusnya berdampingan,” tanggapnya. 

Tidak hanya itu, S juga memberikan sarannya untuk memperluas toilet pada bagian wastafel dan menambahkan bilik pada toilet wanita dan pria. Juga membuat agar toilet pria dan wanita tidak tidak terlalu berdekatan. 

“Menurut saya menambahkan bilik toilet untuk wanita maupun pria, kemudian posisi cermin dan jalan menuju toilet dapat diperluas agar tidak membuat antrian, kemudian toilet perempuan dan laki-laki mungkin posisinya bisa dipisahkan jangan terlalu berdampingan,” sarannya.

S juga menambahkan bahwa pihak yang bertanggung jawab tidak sadar akan keresahan mahasiswa mengenai pentingnya pembangunan toilet yang layak. Sehingga harapannya untuk segera mengalokasikan dana untuk perenovasian toilet BB. Ia pun menambahkan bahwa semoga terdapat kesadaran dari masyarakat Kema sendiri untuk lebih peduli dan peka terhadap kebersihan toilet BB itu sendiri. 

“Mungkin saja para petinggi kampus tidak sadar akan keresahan mahasiswa mengenai pentingnya perenovasian toilet BB, sehingga mereka mengalokasikan dana nya ke hal yang lain padahal toilet BB yang lebih penting untuk dieksekusi. Kemudian harapan saya untuk masyarakat Kema agar bekerja sama untuk lebih peduli dengan kebersihan toilet setelah digunakan untuk kenyamanan individu dan Maskem itu sendiri,” tambahnya.

E yang juga merupakan masyarakat Kema memberikan tanggapannya sebagai pengguna toilet BB bahwa dia kadang merasa terganggu dengan kebersihan toilet BB yang tidak terjaga (baca: Bau kotoran manusia) tetapi ia paksakan untuk menggunakan toilet BB saat ingin buang air. 

“Biasanya saya terganggu melihat kebersihannya (baca: Toilet BB) yang kurang baik apalagi terkadang terdapat bau pesing dan bau kotoran manusia. Namun, tetap saya paksakan untuk menggunakan toilet BB dikarenakan kebelet,” jelasnya. 

Sebagai penutup, ia menyarankan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak dan Cleaning Service (CS) agar lebih rutin membersihkan toilet sehingga kebersihan toilet dapat terus terjaga  dan dapat meningkatkan kualitas toilet itu sendiri. 

“Harapannya semoga lingkungan toilet BB lebih dijaga kebersihannya oleh setiap orang yang menggunakannya. Saran juga kepada CS untuk lebih sering membersihkan toilet setelah digunakan oleh Mahasiswa. Saya pun berharap untuk orang yang bertanggungjawab atas hal ini dapat lebih sadar untuk meningkatkan kualitas toilet BB,” tutupnya. (BIO)

Posting Komentar