Ilustrasi Psikologika "How I Deal With Overthinking".
Sumber: Pinterest

Overthinking, satu kata yang kemungkinan besar kita semua mengalaminya. 

Kita yang dimaksud di sini secara luas adalah semua manusia. Namun, yang akan dibahas adalah kita secara sempit, yakni mahasiswa. Yups! Para muda-mudi yang sedang mengenyam pendidikan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. 

Mahasiswa adalah salah satu civitas academica pada perguruan tinggi. Sayangnya, meski diagung-agungkan sebagai masa pendewasaan yang paling baik, mahasiswa juga menghadapi beragam problematika di dalamnya. Tak sekadar tugas yang menumpuk, tuntutan IPK tinggi atau pertanyaan "kapan lulus?" yang ditujukan pada mahasiswa berpengalaman, bukan mahasiswa tua ya. 

Berdasarkan data yang dikumpulkan Kholidah dan Alsa dalam jurnal "Berpikir Positif untuk Menurunkan Stress Psikologis" pada 2012 terdapat beragam permasalahan yang juga dihadapi mahasiswa selain contoh yang sebelumnya disebutkan. Dari permasalahan beragamnya tugas perkuliahan, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian praktikum, merasa salah jurusan, nilai yang kurang memuaskan, ancaman DO, manajemen waktu yang buruk, ketidakmampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, tuntutan hidup mandiri, hingga konflik dengan teman, dosen, pacar bahkan keluarga. 

Dari banyaknya contoh tersebut, mau tidak mau harus kita akui, ada contoh yang sesuai dengan diri masing-masing. Dan, dengan semua permasalahan yang ada, overthinking adalah hal yang wajar. 

Namun, menurut Fakhir di 2019, ketika seseorang terus menerus melakukan overthinking, justru berdampak buruk pada dirinya sendiri seperti mudah capek secara emosional sehingga dapat berdampak pada energinya dalam melakukan aktivitas. 

Menurut Andiani pada 2020, penyebab overthinking bermacam-macam, umumnya terjadi ketika seseorang sedang mempertimbangkan suatu keputusan, mencoba memahami tindakan atau keputusan orang lain, memprediksikan masa depan, merefleksikan apa yang telah terjadi, seperti kapan PPKM diperpanjang hingga apa esensi "Kepak Sayap Kebhinekaan". 

Lalu, bagaimana caranya kita berdamai dengan overthinking


Pertama, munculkanlah emosi positif ke dalam diri anda

Perasaan positif yang ada dapat mencegah munculnya overthinking secara sering. Perasaan positif yang dimaksud di sini adalah perasaan bahagia, bersyukur, dan cinta yang diimbangi oleh kapasitas intelektual yang Anda miliki. Rasa cemas dan gelisah  juga dapat berkurang drastis dengan adanya support system anda. Support system ini dapat membantu Anda untuk berpikir positif dan tidak tenggelam dalam overthinking


Kedua, ucapkan kata-kata positif pada diri sendiri

"Saya bisa melalui ini”, “Saya tidak seburuk yang saya pikirkan”, “Saya pasti bisa", “Jangan terlalu khawatir kepada masa depan saya”, dan “Saya akan baik-baik saja”. Menurut, Hurst pada 2019 afirmasi ini yang akan membantu kita untuk berhenti overthinking dan menjadi mood booster kita. Efek afirmasi tersebut dapat memaksimalkan energi positif yang ada di dalam diri kita. 


Ketiga, peka terhadap diri sendiri

Hal ini mungkin merupakan  bagian tersulit. Cobalah untuk peka tentang kecemasan yang dialami dan sadari bahwa apakah itu hal yang didasari atas hal yang wajar atau sudah masuk pada overthinking? Selain itu, mulailah mengenali cara berpikir diri sendiri dan perhatikan pada saat otak mulai overthinking dan menimbulkan kecemasan. Dengan langkah tersebut, Anda bisa mulai mengurangi dan mencoba menghilangkan overthinking yang ada pada diri sendiri. 


Keempat, istirahat

Meski telah melewati bagian tersulit, ada bagian terpenting juga, yakni istirahat. Istirahat merupakan poin penting untuk mengurangi kecemasan dalam diri sendiri. Kita harus merelaksasikan pikiran dan raga serta memikirkan hal-hal yang menenangkan. Tidurlah sebentar dan istirahatkanlah pikiranmu. Metode ini telah dibuktikan oleh penelitian Aubrey, dan kawan-kawan pada 2019 bahwa waktu tidur memiliki pengaruh terhadap peningkatan stress emosional hingga 30 persen. 

Overthinking mungkin membuat otak kita nyaman dan tenggelam di awal, tetapi hal ini dapat menjadi permainan otak yang berbahaya jika terlalu lama terjebak di dalamnya. Cobalah jalani hidup sesuai realita saat ini agar kita bisa menyadari bahwa semua hal yang dicemaskan, belum tentu menjadi kenyataan. 

Dunia sudah cukup menyeramkan, isi kepalamu tak perlu ikut menyeramkan juga. (BLU) 


Hurst, K. (2019) How To Stop Overthinking And Overcome Anxiety Now

Simon, E. B., etc. (2019) Overanxious and Underslept. Nature Human Behaviour

Kholidah, E. N & Alsa, A. (2012) Berpikir Positif untuk Menurunkan Stres Psikologis. Jurnal Psikologi, Vol. 39, NO. 1, P. 67 – 75 

Andiani,S.(2020) . Menghilangkan Sifat Overthinking. Jurnal Presisi. P. 1-2

Fakhir,R.M. (2019) Dampak Buruk Overthinking Bagi Psikologis dan Kesehatan.

Posting Komentar